Uncategorized

Pair Programming itu Seru bag. 1

Sudah cukup lama dari tulisan terakhir yang saya kirim dan jika ditunda lagi pasti semakin lama akan semakin malas untuk menulis blog ini. Untuk memanfaatkan waktu saat kejebak macet di dalam busway, saya memutuskan untuk membuat draft tulisan ini walau sebenarnya saya kurang nyaman untuk mengetik panjang menggunakan ponsel karena rentan saltik (typo).

Pada pos kali ini, saya ingin menceritakan pengalaman saya bekerja di kantor saya saat in yang melakukan pekerjaan dengan berpasangan alias pair programming. Saat pertama kali daftar ke kantor saya sekarang, KMKLabs, sesungguhnya saya tidak tahu sebelumnya kalau di sana menggunakan pair programming. Setelah selesai sidang Tugas Akhir, saya langsung mencari pekerjaan ke beberapa perusahaan IT di Indonesia (padahal revisian saja belum selesai, parah memang). Saya memilih untuk menjadi Quality Assurance Engineer atau Test Engineer karena pengalaman kerja pada perusahaan sebelumnya pada posisi tersebut.

Saya melamar ke beberapa perusahaan dan belum ada yang berhasil diterima walau sudah sampai interview akhir. Akhirnya, ada teman saya dari kantor lama yang merekomendasikan satu perusahaan yang menurut teman-teman saya yang lain perusahaan itu  engineering culture-nya bagus, dan perusahaaan itulah yang menjadi perusahaan saya sekarang. Saat diberitahu nama perusahaan tersebut, saya langsung mencari tahu bagaimana suasana kerja di sana. Saya tidak memiliki teman dekat yang kerja di sana saat itu *saya baru tahu saat interview kalau ada adik tingkat yang telah kerja di sana*. Saya melihat halaman profile dan menemukan prinsip-prinsip yang digunakan di sana yaitu Pair Programming, Test Driven Development, Continuous Integration dan Continuous Deployment. Dari keempat prinsip tersebut yang paling membuat saya penasaran yaitu pair programming. Bagaimana caranya bisa bekerja berdua bersamaan sambil buat kode? wkwkw. Apakah rebutan mouse dan keyboard? Apakah bisa menyatukan dua pikiran dan tidak terlibat perdebatan sengit? Saya pun tertarik dan saya mendaftar dan mengerjakan online test. Alhamdulillah setelah beberapa hari mendapatkan undangan interview langsung ke kantornya, di SCTV Tower.

Sejujurnya saya kurang tahu sebelumnya bagaimana interview di KMKLabs karena di internet tidak tersedia cukup informasi bagaimana proses interview di perusahaan ini khususnya di posisi Test Engineer. Saya hanya berbekal informasi dari pengalaman interview saya sebelumnya di kantor lain, dan ternyata proses interviewnya sangatlah berbeda. Jika yang lain lebih banyak menguji kemampuan dan pengetahuan kita di bidang testing, seperti ujian akhir sekolah atau ujian tertulis dengan soal yang cukup banyak, di kantor ini tidak terlalu banyak menguji hapalan, namun bagaimana saya berkomunikasi dengan partner kerja, cara berpikir, dan apakah quick to learn. Bagaimana cara menilainya? Tentu saja dengan pair programming.

Saya masih ingat saat hari interview itu saya kira hanya 2-3 jam seperti perusahaan lain. Ternyata seharian. Pertama-tama saya mengerjakan soal tertulis terlebih dahulu (sekitar 5 soal) dan kemudian wawancara tatap muka dengan salah satu test engineer yang sekarang menjadi rekan kerja saya di sini. Kemudian, saya diminta untuk duduk di samping  test engineer lainnya dan mengerjakan automation test dengan Robot Framework (framework untuk automation test). Saat inilah saya pertama kali merasakan pair programming. Ternyata masing-masing orang memiliki keyboardmouse dan monitor yang terhubung dalam satu komputer sehingga tidak rebutan, wkwkwk. Lucunya, walau sudah punya mouse dan keyboard masing-masing, saya sering kali salah pegang keyboard dan mouse, malah pakai yang punya pengujinya, haha, sampai diberitahu berkali-kali kalau saya bisa pakai yang sudah diberikan. Saya belum pernah mencoba membuat automation test dengan robot framework sebelumnya, namun saat interview tersebut saya diajari sehingga tidak terasa interview sama sekali, Saya pikir saat itu, walau misalnya nanti tidak lulus saya tidak kecewa karena saya telah mendapatkan ilmu baru. Setelah selesai dengan satu orang penguji, saya kira sudah selesai, namun ternyata masih ada 2 interview pair programming berikutnya yang harus dilalui.

Jujur, setelah saya melewati interview tersebut, saya terkesima *maaf berlebihan* dan sangat ingin untuk diterima kerja di KMKLabs. Satu hari interview tersebut terasa cepat karna tidak berasa diuji hoho karena soal dikerjakan bersama. Saya berpikir bahwa, di sini pasti kerja akan tidak terasa seperti bekerja dan tentunya akan lebih cepat dan banyak belajar karena dibimbing langsung oleh senior. Ternyata dugaan saya benar, setelah saya masuk KMKLabs, bekerja menjadi lebih seru dan belajar hal baru pun menjadi lebih cepat. Alasan detailnya akan saya tulis di bagian ke-2.

Terimakasih sudah membaca!

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s