Uncategorized

Mencoba Bobobox – Tidur Di Dalam Pod

Saya sebelumnya sudah penasaran dengan hotel kapsul saat melihat atau mendengarkan cerita teman yang ke luar negeri. Saat sudah ada di Indonesia, bahkan di Bandung,  saya pun penasaran ingin mencoba, namun sering mengurungkan niat karena di Bandung sudah ada akomodasi. Saya biasanya menginap di rumah nenek saya atau di tempat teman yang masih tinggal di Bandung.

Suatu hari, saya kembali ke Bandung lagi namun teman saya sedang tidak ada di Bandung dan saya pun sedang tidak enak untuk merepotkan nenek, jadi saya putuskan untuk mencoba hotel kapsul ini. Saya memilih Bobobox karena menurut review dari orang-orang, Bobobox ini hotel kapsul yang benar-benar kapsul dan mengadopsi teknologi yang mutakhir  *Asik*

Bobobox memiliki 3 cabang di Bandung: Pasir Kaliki, Cipaganti, dan Dago. Untuk memesan kamarnya bisa dibeli di aplikasinya langsung (tersedia di AppStore dan PlayStore) atau di aplikasi pemesanan akomodasi seperti Traveloka, Tiket, Pegi-Pegi, atau Booking.com. Saya sendiri membelinya di Traveloka karena sedang ada promosi sehingga mendapatkan harga yang lebih murah dibanding di aplikasinya langsung atau aplikasi lain. Jadi, kalau mau pesan jangan lupa manfaatkan promo yang ada dan bandingkan ke semua penyedia, wkwk. Saya memilih Bobobox yang ada di Cipaganti karena hanya di sana yang tersedia pilihan yang paling murah, wkwkwk

Sepengamatan saya, kamar yang bisa dipilih ada 2 jenis sebenarnya:Earth dan Sky. Earth untuk kasur yang berada di bawah, dan Sky untuk tempat tidur yang berada di atas. 2 jenis pod tersebut bisa dibagi ke dalam dua macam lagi berdasarkan ukuran kasur: Single dan Double. Karena saya hanya menginap sendirian, saya memilih ukuran Single dengan tipe Earth.

Kurang lebih penampakannya seperti ini:

IMG_5042

Kamar no 15 adalah tipe Sky dan kamar no 18 tipe Earth.

IMG_5041

Kasur yang muat untuk satu orang

Fasilitas di kamarnya ada apa saja?

Selain ada kasur dan selimut, di dalam satu pod juga disediakan kaca, handuk, dan sikat gigi. Tidak hanya itu, di samping jendela ada layar sentuh semacam tablet yang ditempel yang merupakan control center, dua colokandan juga speaker bluetooth. Control Center ini untuk mengendalikan dan mengganti  warna lampu (ya lampunya bisa berganti warna loh, ada 15 pilihan warna, dan ada juga mode yang bisa dipilih) dan juga membuka kunci kamar dari dalam.  Oh iya, suhu pendingin ruangan juga bisa diatur melalui semacam tombol yang bisa diputar yang berada di atas ruangan. Karena saya biasa di Jakarta, suhu di dalam kamar di Bandung tanpa AC sudah cukup bagi saya, sehingga saya matikan, wkwk.

IMG_5040

Disediakan kaca, handuk, dan sikat gigi.

IMG_5110.jpg

IMG_5067

Tombol yang paling bawah untuk mengatur suhu pendingin ruangan.

Di dalam pod, kita juga bisa tersambung dengan Wifi yang cukup cepat. Kita bisa mengerjakan tugas atau pekerjaan di dalam pod, dengan bersandar di atas kasur atau mau di bawah menyandar pintu, namun saya termasuk yang susah untuk mengerjakan tugas di kasur, gravitasinya lebih besar untuk rebahan. Namun jangan khawatir, karena Bobobox juga menyediakan tempat semacam meja-meja dan colokan untuk mengerjakan tugas atau bekerja yang tersedia di lantai satu.

Oh ya, Bobobox di Cipaganti ini tempatnya menyatu dengan Hotel Nyland. Bobobox ada di lantai dua, dengan pintu yang terpisah. Lantai pertama untuk tempat makan (ada Melbourne Kitchen yang kata teman saya Gyutandonnya enak), working space, dan pintu masuk (ya iyalah). Tidak ketinggalan, ada juga mesin BlueMart!. Saya jadi mudah membeli minuman dan makanan ringan dengan DANA wkwk.

 

IMG_5060

Melbourne Kitchen

IMG_5061

Tempat makan dan Working Space

Untuk menjaga kebersihan di area pods, saat kita check-in akan diberikan kunci loker untuk menaruh sepatu, dan sebagai gantinya kita akan diberikan sandal yang akan digunakan di area pod.  Setelah menyimpan sepatu, kita dapat masuk ke area pod yang terkunci. Untuk membuka pintu masuk, kita tidak menggunakan kunci konvensional, namun menggunakan QRCode. QRCode ini tidak hanya digunakan untuk membuka pintu masuk pod area, tapi juga masuk ke dalam pod atau kamar tidur kita.

IMG_5063

Loker untuk menyimpan sepatu. Di dalam area pods hanya boleh menggunakan sandal yang disediakan

IMG_5062

Pintu masuk area pod, untuk membukanya, scan QRCode yang ada di dalam aplikasi Bobobox (scanner berbentuk kota di dinding sebelah kiri)

Bagaimana mendapat QRCodenya?

Jika membeli di aplikasi Bobobox secara langsung, saat check in akan muncul di halaman Stays. Jika membeli lewat aplikasi lain, kita akan diminta untuk mengunduh aplikasi Bobobox terlebih dahulu. Bila sudah diunduh, petugas akan meminta nomor hp yang digunakan untuk mendaftar dan kemudian di halaman Stays akan muncul stay detail yang di dalamnya ada QRCode. Di dalam stay detail itu juga terdapat fitur chat yang memudahkan kita untuk bertanya dengan CS.

Bagaimana dengan shalat dan mandi?

Karena ukuran pods yang minimalis (setidaknya untuk ukuran single), tidak memungkinkan untuk shalat di dalam pods. Bobobox menyediakan mushalla yang ada di lantai 1 di sebelah kiri pintu masuk. Mushallanya menurut saya bersih, hanya saja untuk ke sana perlu naik turun tangga dan perlu mengganti dengan sepatu karena sandal tidak diperkenankan dipakai di luar area pods.

IMG_5053

IMG_5055

Tempat Wudu

IMG_5052

Untuk mandi, disediakan kamar mandi bersama, tapi tenang, dipisahkan untu perempuan dan laki-laki. Kamar mandinya menurut saya sangat bersih. Di dalam kamar mandi ada 4 ruangan, 2 ruangan untuk shower dan 2 ruangan toilet. Di dalam ruangan shower, sudahdisediakan sabun dan shampoo. Air panas pun tersedia, bila keran diputar ke kiri, akan keluar air panas, bila diputar ke arah sebaliknya akan keluar air dingin. Tidak hanya itu, ada juga tempat untuk menaruh barang-barang sehingga aman dari cipratan air kecuali jika tirai tidak ditutup dan terlalu berlebihan dalam mengucurkan air, wkwkwk. Di dalam kamar mandi, ada dua wastafel di samping 4 ruangan tersebut, dan juga satu hair-dryer dan hand-dryer untuk dipakai bersama. Walau hanya masing-masing dua ruangan, tapi saya belum sempat mengalami antrian, entah karena penginap perempuan hanya sedikit, atau waktu mandi atau toiletnya yang tidak pernah bersamaan

IMG_5048

IMG_5047

Yang digantung disebelah kanan kaca bukan telepon melainkan sebuah hairdryer, dilarang keras membawanya ke dalam pods walau bisa dicabut, apalagi dibawa pulang.

IMG_5050IMG_5051

Secara keseluruhan, untuk penginapan berbudget minimal, saya merekomendasikan Bobobox untuk dicoba, walau pasti lebih hemat kalau menumpang di tempat orang XD. Saya sendiri senang menginap di sini karena fiturnya sudah cukup untuk saya, tidak berlebihan, tidak kurang. Internetan di dalam pods sangat cepat. Kekurangannya adalah saya tidak bisa makan di dalam pods (wajar sih, untuk menjaga kebersihan), karena dilarang dan satu lagi, saya perlu gonta-ganti sepatu sandal, buka-kunci loker, dan naik-turun tangga untuk mengakses mushalla.

Oh iya kalau warga Jakarta mau mencoba, ada juga di Kebayoran Baru dan Pancoran. Kalau pesan untuk weekday, harganya lebih murah. Siapa tahu mau short escape habis lembur kerja.

Terimakasih sudah membaca XD

Categories: Uncategorized

2 replies »

    • kalau harga tanpa promo kalau weekend yang single 150rbuan, double 250rbuan, kalau weekday single 110ribuan , double 150rbuan, kalau harga di traveloka entah mengapa lebih murah dibanding di aplikasi aslinya walau belum promo, kalau lagi ada promo dapat potongan lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s