Uncategorized

Dunia itu Sempit

Saya masih ingat, waktu saya masih tingkat dua saat kuliah S1 dulu, teman kosan saya (baik saat itu maupun sekarang) bercerita tentang kakak kelasnya yang tiba-tiba menghubungi dia. Kakak kelas satu almamater SMA yang beda tiga angkatan. Teman saya ini kaget karena tiba – tiba dihubungi, padahal tidak pernah kenal atau bahkan bertemu sebelumnya. Ternyata alasannya karena dia penasaran bagaimana teman saya itu bisa masuk ke fakultas dan institut yang sama dengan saya itu, karena dia tidak berhasil masuk ke sana.

Bertahun-tahun berlalu, saya pun bekerja di kantor saya sekarang. Teman kosan saya itu pun menyusul bekerja di tempat yang sama 8 bulan kemudian (dan bahkan akhirnya satu kosan lagi XD). Teman saya itu berkata kepada saya saat dia masuk: “Jul, Ingat ga kakak kelas yang kuceritakan dulu? Kerja di sini juga loh ternyata”. Ternyata kakak kelasnya itu orang yang pernah satu tim dengan saya, namun berbeda role, saya saat itu Test Engineer dan dia iOS Engineer.

Dan sekarang saya satu role dengannya sebagai iOS Engineer dan berkesempatan untuk pairing dan juga sesi 1 on 1 dengan dia. Orangnya sedikit galak, wkwk, tapi mau membuat orang lain menjadi lebih baik. Saat sesi 1 on 1 kemarin, dia memberitahu kelemahan saya yang tidak saya sadari dan masukan untuk memperbaikinya.

Berawal dari pertanyaan apa rencana saya ke depannya. Kebetulan pagi itu saya baru mendapatkan semangat baru untuk melanjutkan sekolah. Saat pagi-pagi saya ketiduran dan bangun kemudian saya melihat IG story teman saya yang sedang upacara kelulusan magister di salah satu universitas di luar negeri. Sebenarnya saya sering melihat instagram story teman saya yang juga sedang upacara kelulusan, tapi entah mengapa baru sekarang saya mau banget dan berniat untuk mempersiapkan dengan baik (salah satunya mencari dosen yang mau memberikan rekomendasi untuk saya XD). Saya pernah kepikiran S2, dan ada satu jurusan dan universitas yang dari dulu saya sudah inginkan, tapi belum ada keinginan kuat untuk mendorong mencapai itu.

Saat saya memaparkan niat saya itu, senior saya itu mendukung penuh dan dia bilang kalau itu rencana yang baik dan dia menceritakan pengalaman teman istrinya yang patah hati karena ditinggal nikah dan kemudian memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri dan menemukan jodohnya di sana dan dia bilang semoga saya bisa seperti itu (S2 dan menemukan jodoh, karena mungkin takut saya punya pikiran kalau perempuan berpendidikan tinggi susah menemukan jodoh). Tapi ada satu nasihat yang cukup mengagetkan saya, kurang lebih seperti ini:

“Mimpinya bagus sekali, tapi jangan cuma hanya jadi mimpi. Jangan ditunda-tunda, dan langsung saja mendaftar tahun depan, yang berarti langsung mulai dari sekarang. Saya melihat kapasitasmu besar, tapi kamu selalu memandang diri kamu sendiri itu rendah, sehingga kamu tidak pernah mem-push diri kamu untuk mengisi kapasitas itu. Kamu exceptional dari teman-teman alumni kampusmu yang lain, saya melihat mereka punya can-do attitude dan percaya diri. Kamu seperti punya mental block yang bikin kamu tidak mau mendorong diri kamu sendiri. Kamu seharusnya bisa lebih cepat belajarnya, dan jangan anggap kamu lambat belajarnya.”

Saat saya mendengarkan itu, saya kaget dia bisa tahu kalau saya tidak percaya diri dengan kemampuan sendiri dan tidak menyadari kapasitas diri sendiri, kalau yang lain biasanya mendorong sampai lebih, saya malah takut stress duluan.  Mental block yang penyebabnya terjadi saat kuliah. Saya juga dulu percaya kalau saya suka baru saya bisa. Jadi, lebih mencari passion dulu gitu. Senior saya menasihati saya untuk jangan tunggu passion terlebih dahulu, tapi anggap sebagai tanggung jawab sebagai profesional di bidang teknologi yang harus selalu belajar dan update dengan ilmu terkini.

Sesi 1 on 1 itu memberikan mindset baru bagi saya, untuk mengejar ketertinggalan saya di iOS Development dan melanjutkan kuliah. Di masa lalu, pasti saya tidak menyangka kalau kakak kelas teman kosan saya itu akan membantu menemukan mental block saya selama ini. Semoga saya bisa lebih bertanggung jawab dengan pekerjaan saya, dan semua target sehingga saya bisa mendorong diri lebih kuat.

Judulnya mungkin agak kurang nyambung sama kesimpulannya ya, wkwk. Saya sengaja tulis di sini supaya saya bisa baca lagi dan recharge motivasi lagi. Terimakasih sudah membaca XD

Categories: Uncategorized

3 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s