Uncategorized

Refleksi 2019

Bukan cerita tentang dunia pijat memijat di tahun 2019 ya, wkwk. Berhubung 2019 tinggal 3 hari lagi, jadi mau mencoba mengingat apa saja yang telah dilalui tahun ini. Oh iya, 2019 ini juga akhir dari dekade 2010. Kalau saya ingat-ingat lagi tahun 2010-2019, saya bisa melihat dekade ini sebagai dekade yang penuh dengan perubahan dinamika hidup. Umur 17-26 tahun memang bagi kebanyakan orang pasti merupakan umur produktif, dan banyak momentum penting, seperti kuliah di tempat jauh, lulus kuliah, pergi ke suatu tempat yang baru, mendapat pekerjaan pertama, menikah, atau mempunyai anak.

Tidak semua orang melalui hal yang sama, saya pun begitu. Yang pasti adalah saya di tahun 2019 ini adalah versi yang sudah melewati beberapa macam upgrading stage. Kalau di 2010 v 2.0 mungkin sekarang sudah v4.5.99 ( jangan tanya update lognya mana, wkwk, intinya sudah 2 kali melakukan upgrade major version, dan banyak sekali bug fixing wkwkwkwk) Nama panggilannya saja berubah dari Aisyah ke Ajul di tahun 2011 🤣🤣🤣.

Karena kalau dibahas dari tahun 2010 terlalu banyak, saya akan merefleksikan tahun ini saja. Tahun ini Alhamdulillah diberikan banyak kesempatan: kesempatan untuk berpindah profesi, menjadi pembicara konferensi di luar negeri, hapebaru, belajar dunia saham, bertemu dengan orang baru yang membantu saya menjadi lebih baik.

Not only gains, but also losses. Tahun ini saya juga kehilangan kakek saya, berat badan, kesehatan yang lebih menurun (dibanding tahun lalu). Saya mendapatkan beberapa mimpi baru, namun juga kehilangan beberapanya. Saya menyadari bahwa tidak semua bisa saya peroleh, walaupun sudah berusaha. Ada juga yang saya tidak usahakan, tapi saya dapatkan dengan mudah. Namun sesuatu yang pasti: kalau saya tidak berusaha dulu sebelumnya, saya menyesal di akhir.

Seperti yang pernah saya ceritakan di pos sebelumnya, kalau saya masih belum berusaha secara maksimal, saya tidak mendorong diri saya untuk menggunakan kapasitas diri secara penuh. Saya terlalu banyak khawatir dan takut, energinya jadi habis untuk memikirkan kemungkinan terburuk, bukannya digunakan untuk langsung action aja gituuuu, hahaha.

Bulan Desember ini saya seperti sudah diberi spoiler, apa saja yang harus saya hadapi di tahun depan, banyak yang harus diperjuangkan (hiperbola wkwk). Saya juga menjadi sadar bahwa hidup itu sebentar dan harus memanfaatkan waktu hidup selagi sehat.  Di awal dekade berikutnya, saya ingin lebih percaya diri sendiri, dan melakukan apa yang saya inginkan, belajar lebih banyak, beribadah lebih rajin dan lebih bermanfaat. Living live to the fullest. Aamiin

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s