Uncategorized

Tidur Secukupnya

Akhir-akhir ini saya merasa saya cukup sulit untuk bangun lebih pagi lagi. Tidak seperti saat masa – masa sekolah dulu yang konsisten untuk bangun sebelum adzan subuh.  Alasan utamanya sebenarnya karena sekarang saya tinggal di kosan. Saat di rumah saya lebih mudah bangun pagi karena orang orang rumah adalah tipe yang bangun pagi sekali, jadi pagi-pagi sudah ramai. Dulu pun memang saya wajib bangun pagi karena harus naik kereta pertama untuk ke sekolah jam 5.38. Kalau saat kuliah dan awal-awal kerja (saat masih bolak-balik Jakarta-Bogor) pun masih terbawa kebiasaannya walau sedang tidak di rumah karena masih ada kewajiban berangkat pagi.

Kalau ditelaah lagi sebenarnya wajar sih kalau sekarang lebih sulit bangun pagi. Dahulu saya tidur seperti anak-anak, sebelum jam 10 malam sudah tidur sedangkan sekarang saya bisa tidur jam 1 atau 2 malam, wkwk. Namun saya pernah mencoba tidur lebih cepat dan saya sudah pasang alarm juga untuk bangun lebih pagi, dan hasilnya sama saja. Saya mengantuk sekali dan alarmnya saya matikan untuk tidur lagi, wkwk. Jadi, sekarang mau kurang tidur atau kebanyakan tidur tetap saja sulit bangun di pagi hari. Oh iya, definisi pagi hari di sini maksudnya jam 4 pagi ya, kalau jam 7 memang pagi juga sih, tapi itu sudah cukup siang menurutku, wkwk.

Kalau kurang tidur sih saya memaklumi diri kalau bangun agak siang karena tidur cukup itu perlu. Kalau kurang, siangnya bisa mengantuk paraaah. Apalagi kalau lagi pairing tidak memegang keyboard atau lagi meeting, bisa tidak kerasa sudah di alam tidur. Nah, saat kebanyakan tidur ini sepertinya rasa malas yang sudah menghantui saya. Saya kemudian ingat saya dulu juga sempat malas sekali juga bangun pagi, kemudia teteh mentor saya saat masih SMA memberikan tips bangun pagi yang berasal dari hadist ini:

“Ketika kalian tidur, syetan membuat tiga ikatan di tengkuk kalian. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu, lepas lagi satu ikatan berikutnya. Kemudian jika ia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, jiwanya jadi kotor dan malas.” (HR. Al Bukhari)

Jadi kalau sudah cukup tidur tetapi merasa kurang tidur saja dan malas bangkit dari kasur, bisa melakukan 3 langkah ini:

1. Baca doa setelah bangun tidur
2. Berwudu
3. Salat

Alhamdulillah setelah salat menjadi lebih segar, tetapi kalau tiduran lagi sih tetap merem wkwk. Sebaiknya dilanjutkan dengan aktivitas lain yang lebih bermanfaat.

Sebenarnya sudah pernah cerita tentang ini, tapi di platform blogging sebelah. Saya tidak mau tulis pranalanya karena isinya cukup memalukan, wkwk.

Terimakasih sudah membaca XD

Categories: Uncategorized

2 replies »

    • Langkah pertama tidur lebih cepat dulu mba, biar g kurang tidur, habis itu langkah-langkah di atas. Memang harus dipaksakan dulu mba di awal, biar nanti jadi habit hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s