Uncategorized

Hari ke-17: Jajan

Hari ini saya mau mengapresiasi diri sendiri yang akhirnya minggu ini full bekerja dan masak sendiri tanpa izin sakit seperti minggu-minggu sebelumnya. Minggu ini terasa sangat cepat. Minggu lalu saya ragu apakah bisa betah di kosan, dan apa lebih baik pulang ke rumah saja. Melihat kondisi seminggu ini yang ternyata masih mudah mencari makanan dan masih ada teman seperjuangan lainnya di kosan, saya merasa tidak perlu terlalu merasa khawatir. Setelah dijalani, tidak seburuk apa yang saya pikirkan di awal.

Hari ini saya memutuskan untuk jajan keluar. Saya penasaran dengan kondisi daerah sekitar. Portal – portal di gang sekitar rumah sudah mulai ditutup sehingga tidak semua orang bisa masuk gang jika tidak ada keperluan. Gojek yang membawa paket atau makanan tidak dapat masuk sehingga dititipkan di keamanan di pintu masuk gang. Tempat cuci tangan pun sekarang ada dimana-mana. Di depan minimarket, di pintu masuk gang, dan tempat-tempat umum lainnya.

Di daerah sekitar kosan saya, di Setiabudi, warteg dan beberapa jajanan masih buka, walau tak sebanyak dulu. Warteg masih terlihat banyak yang membeli di siang hari, tapi tidak boleh makan langsung di sana. Masih mengantri kalau membeli. Makanan favorit saya, cimol dan batagor juga masih berjualan, namun tidak seramai sebelumnya. Jus buah dan penjual ubi bakar cilembu juga masih buka. Sayangnya, tukang buah dan rujak tidak terlihat sehingga saya perlu mencari penjual buah, beruntung saya sudah menemukan yang bisa dipesan lewat WA dengan harga lebih terjangkau dibanding di minimarket terdekat. 

Kalau melihat di sosial media, banyak yang membagikan keprihatinannya dengan penjual kaki lima, penjual keliling atau pengusaha warung yang sepi penjualannya di kala wabah seperti ini. Saya jadi termotivasi untuk jajan di luar sekali-kali walau di sisi lain, saya takut juga. Hari ini saja saya keluar sebentar tapi merasa tidak enak badan setelahnya. Mungkin saja karena saya yang kurang tidur tadi malam karena mencoba Dalgona Coffee buatan teman saya. Bisa juga itu adalah respon tubuh yang sedang bertahan melawan virus-virus dari luar. Semoga wabah ini segera berakhir agar pedagang-pedagang bisa kembali banyak yang membeli dan saya bisa jajan dengan tenang tanpa rasa takut. Aamiin

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s