Uncategorized

Diesel

Pada saat sesi 1on1 di awal masuk iOS team, saya masih ingat Pak Kabag memberitahu pendapat istrinya mengenai saya saat bekerja dengan saya: saya seperti mesin diesel. Saya kurang mendalami dunia permesinan sehingga saya tidak langsung paham maksud dari beliau. Pak kabag kemudian menjelaskan kepada saya bahwa mesin diesel membutuhkan lama untuk panas, yang jika diterjemahkan pada kasus saya berarti saya membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar terbiasa untuk mengerjakan sesuatu. Butuh waktu lebih lama untuk bergerak cepat.

Istri Pak Kabag adalah partner pair programming pertama saat saya pertama kali masuk sebagai Test Engineer di kantor yang sekarang. Walaupun ini bukan pekerjaan pertama saya, namun saya tetap nervous saat pertama kali masuk karena ini kali pertama saya bekerja pairing. Istri Pak Kabag memperhatikan kinerja saya di bulan pertama saya yang sepertinya membuat dia geregetan. Saya baru bisa mengerahkan kemampuan yang saya punya setelah beberapa waktu kemudian.

Kalau diingat-ingat lagi, saya memang membutuhkan waktu yang lebih lama untuk beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Saat masa-masa sekolah dahulu, di semester pertama dan di tingkat pertama, saya mendapatkan peringkat yang tidak sebaik semester-semester setelahnya. Saat SD, saya tidak mendapatkan peringkat 3 besar di tahun pertama, namun konsisten di peringkat dua besar di semester-semester berikutnya. Saat semester awal di SMP lebih unik lagi, saya mendapatkan peringkat 8 di semester pertama. Saya lupa orang tua saya kecewa atau tidak, tetapi yang saya ingat orang tua saya bilang persaingan di SMP lebih ketat dibanding di SD dulu. Saya juga tidak merasa nilai saya jelek, jadi mungkin itu hasil yang terbaik. Saya tidak menyangka saya bisa mendapatkan peringkat 2 pada semester berikutnya dan bisa lebih baik di semester-semester berikutnya.

Saat masuk SMA, saya tidak terlalu berharap mendapatkan peringkat tinggi karena saya masuk sekolah terfavorit di kota saya. Saat semester pertama saya mendapatkan peringkat ke-13, wkwk. Pada semester berikutnya Alhamdulillah mendapatkan peringkat 3 besar, saya lupa peringkat ke-2 atau ke-3, yang pasti bukan peringkat pertama. Setelahnya, saya tidak pernah di bawah 3 besar lagi. Sombong sekali ya, tapi peringkat di masa sekolah belum tentu menjamin kesuksesan di masa depan. Banyak teman-teman saya yang lebih pandai dari saya namun peringkatnya lebih rendah karena nilainya tidak merata di semua pelajaran (namun sangat menonjol di pelajaran-pelajaran tertentu). Saya tidak ada nilai yang terlalu menonjol. Saya bahkan dibilang tidak cocok untuk tidak masuk teknik karena nilai fisika saya biasa saja.

Saat kuliah tidak ada peringkat-peringkat lagi. Namun kalau dari trending IP sih memang parah sekali di semester pertama di jurusan, XD.

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s