Uncategorized

Cerita di dalam bus

Beberapa tahun lalu saat saya sedang berada di rumah saya di Bogor, tiba-tiba saya mendapat kabar yang mengharuskan saya ke Bandung segera. Saya harus segera menemui dosen pembimbing saya hari itu juga pada sore harinya. Biasanya saya pergi ke Bandung naik kereta api, namun saat itu sepertinya saya sedang senang naik bis. Selain lebih murah, naik bis juga lebih mudah aksesnya. Saya hanya perlu naik KRL dari stasiun Bojonggede dan melewati dua stasiun saja untuk menuju terminal bus di stasiun Depok Baru. Saya naik bus MGI jurusan Depok-Leuwipanjang. Saat itu harga tiketnya sekitar 70ribu kalau tidak salah, apa 50 ribu ya, saya lupa. Jika saya naik kereta, saya perlu naik KRL sampai Gondangdia (karena KRL tidak berhenti di Gambir) dan kemudian berjalan kaki sampai stasiun Gambir atau kalau lagi malas bisa juga naik kopaja. Harga tiket kereta juga lebih mahal, namun waktu perjalanannya biasanya tepat, tidak banyak faktor yang menghambat seperti kemacetan kalau naik bis.

Saya pun naik bis sekitar pukul 9 pagi. Saya pikir aman saja untuk berangkat pada jam tersebut karena masih berjarak 6 jam dari jam pertemuan. Biasanya tidak pernah melebihi 4 jam perjalanan saat naik bis dari Depok ke Bandung. Bis saat itu tidak terlalu penuh, jadi saya bisa duduk sendiri tanpa teman sebelah. Bis pun berangkat. Saya dulu tidak biasa tidur saat perjalanan, jadi saya menikmati pemandangan dari jendela saja, sambil memikirkan apa saja yang akan saya sampaikan kepada dosen pembimbing.

Setelah beberapa waktu berlalu, mungkin sekitar satu jam, saya baru menyadari bis tidak melalui tol Cipularang seperti biasanya. Saya bingung karena melewati pinggir pegunungan, bukannya jalan lurus seperti biasanya. Saat saya melihat plang alamat suatu toko, saya melihat nama daerahnya: Kabupaten Bogor. Wah saya balik lagi dong XD, walau kabupaten Bogor memang luas banget sih. Ternyata saat itu jembatan Cisomang tidak boleh dilalui bis karena mengalami kerusakan, sehingga jalur diarahkan melewati puncak.

Saya berharap walau tidak lewat tol seperti biasanya, saya bisa sampai Bandung tepat sebelum waktunya. Jalanan menuju puncak tidak lancar ditambah dengan hujan. Hujan cukup deras saat melewati belokan belokan tajam di sisi gunung. Mobil melaju dengan cepat saat melewati belokan tersebut. Saya yang penakut ini benar-benar deg-degan dan terus berdoa. Semoga selamat sampai tujuan dan juga bisa sampai secepatnya. Alhamdulillah separuh doa saya terkabul, saya bisa sampai Bandung dengan selamat. Hanya saja saya sampai Bandung pada pukul 5 sore XD. Perjalanan 8 jam di bus. Sejak saat itu saya belum pernah naik bis ke Bandung lagi. Bukan karena trauma, namun sekarang akses ke Gambir sudah lebih mudah. Jadi ingat saya pernah naik travel saat malam libur, Travel yang harusnya berangkat jam 19.30, baru berangkat dua jam kemudian karena mobilnya baru datang setelah melalui kemacetan. Di perjalanan pun macet sehingga baru sampai Bandung sekitar jam 5 pagi. Saat turun travel langitnya sudah cukup terang, haha.

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s