Uncategorized

Kota Bogor

Sengaja menulis judulnya lengkap pakai kata “kota” karena saya ingin menceritakan apa yang saya ingat mengenai kota Bogor di luar tempat tinggal saya yang berada di Kabupaten Bogor. Untuk ke depannya mari kita sebut Bogor saja. Kehidupan saya di Bogor itu hanya 6 tahun yaitu saat bersekolah di SMP dan SMA. Itu pun lebih banyak berlatarkan sekolah dan stasiun karena saya jarang jalan-jalan hahaha.

Bogor itu mirip Bandung dari suasananya, tapi tidak sedingin Bandung. Sering sekali hujan sehingga saya tidak pernah lupa membawa payung di dalam tas. Kota seribu angkot. Saya rasa angkotnya lebih mudah ditemui di Bogor dibandingkan di Bandung. Tidak seperti di Bandung yang angkotnya berwarna-warni, angkot Bogor cuma ada dua warna dasar: biru dan hijau. Warna hijau untuk angkot Kota dan warna biru untuk angkot kabupaten. Yang membedakan antar angkot di satu daerah itu adalah strip body-nya, ada yang berwarna ungu, putih, kuning, pink, dkk. Saya biasanya tidak menghafalkan warnanya, tetapi dari nomor jurusannya. Bahkan nama jurusannya kemana pun tidak terlalu hafal yang penting nomornya. Dulu sih ada dari 01 sd 14 ya, tidak tahu kalau sekarang.

Walaupun Bogor juga bagian dari Jawa Barat yang mayoritasnya orang Sunda, saat sekolah teman-teman saya tidak banyak yang menggunakan Bahasa Sunda. Campur-campur lah. Saat pelajaran Bahasa Sunda banyak juga yang tidak tahu XD. Panggilan ke kakak kelas sih masih Sunda banget yaitu A’a dan teteh. Ada juga beberapa budaya yang khas Bogor banget, seperti cucurak (tradisi makan-makan sebelum Ramadan). Ibu saya yang orang Bandung pun baru tahu saat di Bogor. Oh iya, di sekolah sih dulu tidak ada yang pakai kata ‘aing’ seperti di Bandung. Lebih banyak yang pakai “gw” dan “lw”.

Saya jarang jalan-jalan sebenarnya di Bogor, ke taman safari saja belum pernah. Kalau kebun raya sih jangan ditanya, sering banget karena SMA saya ada di depan kebun raya. Kalau ada acara apa-apa biasanya sih di sana. Acara organisasi, ekskul (dulu SMA saya membedakan antara organisasi dan ekskul) atau acara dari rumah biasanya diadakan di sana. Beberapa teman saya memiliki orang tua yang bekerja di LIPI sehingga mendapatkan diskon untuk tiket masuk sana, dan biasanya saya ikut-ikut saja. Beberapa teman kantor sekarang sering sekali bertanya kuliner apa yang direkomendasikan. Saya cuma bisa menjawab di sekitar Taman Kencana atau Taman Topi karena saya bukan orang Bogor kota XS. Tahunya ya dua tempat itu. Tempat beli macaroni panggang, pia apple pie, kedai kita itu di Taman Kencana. Kalau Taman Topi sih karena dekat stasiun, kalau ambil raport saya dan keluarga sering membeli es krim durian dan batagor di dalam Taman Topi. Ada juga tempat bermain anak-anak di sana. Bisa main sepeda layang dan bom bom car juga.

Kota Bogor sebenarnya kota yang aman, namun karena saya lebih sering melewati daerah stasiun dan pasar, kejadian kecopetan itu hal yang sering didengar. Dulu apalagi saat orang-orang bebas untuk masuk ke stasiun (belum ada sistem e-tiket) dan juga masih banyak pedagang kaki lima di sekitaran stasiun. Jangan pernah gendong tas di belakang kalau sedang di sekitar stasiun karena pencopetnya lihai sekali mengambil barang tanpa terasa oleh kita. Alhamdulillah saya tidak pernah dicuri namun sempat hampir kena saat di dalam kereta, pencurinya mencoba mencari kantong celana saya. Namun saat itu saya untungnya sedang tidak memakai celana berkantung. Menaruh barang di tas pun perlu strategi karena banyak modus pencurian menggunakan silet untuk membuka isi tas dari bawah. Pencurian juga tidak selalu dilakukan sendiri, kadang berkelompok, perlu hati-hati dan jangan sampai mengganggu kelompoknya (membongkar rencana satu orang biasanya diback up yang lain). Abah saya pernah menegur namun akhirnya malah dimarahi beberapa orang. Saya dan abah saya saat itu sedang di dekat pintu (pintunya tidak tertutup tentunya saat jaman dahulu) sehingga saya khawatir ayah saya akan didorong keluar. Untungnya itu hanya di bayangan saya saja. Kok jadi cerita kriminal di kereta. Memang tidak habis-habis kalau membahas perilaku kriminal di kereta, banyak banget modusnya. Kreatif sekali memang orang Indonesia.

Apalagi ya yang saya ingat tentang Bogor. Nanti deh cerita lagi kalau ada yang saya ingat, hehe.

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s