Uncategorized

Gunakan Penduduk Sekitar

Berkebalikan dengan pos sebelumnya, saya malah tidak bisa tidur di hari berikutnya padahal besoknya adalah hari H ITBUM. Sebenarnya seharian itu saya merasa deg-degan parah, seperti saya mau presentasi di depan banyak orang besoknya, padahal sebenarnya bisa saya anggap lari pagi seperti biasanya. Tim saya pun bukan tim yang mengejar podium jadi saya tidak ada tekanan sama sekali harusnya, namun setelah saya pos ke sosial media jadi mulai berasa tegangnya, takut besok GPS error lagi, tidak kerekam, atau malah saya tidak bisa lari, dan kekhawatiran-kekhawatiran lainnya. Rasanya saya mau hapus saja posnya, dan memang sudah sempat saya archive wkkw, namun akhirnya saya publish kembali karena saya baru ingat saya kalau saya sudah janji mau ngepos bersama Junita.

Malam hari sebelum lari itu saya sebenarnya sudah mengantuk di sore hari, sudah menguap-nguap di depan laptop saat akhir-akhir jam kerja. Saya tahan karena malamnya akan ada semacam technical meeting dengan seluruh tim di CodeRunner, saya ingin ikut karena takutnya ada peraturan yang saya tidak tahu (walau saya sudah baca dokumen peraturannya). Rasa kantuk akhirnya lumayan hilang saat saya membuat poster untuk tim saya. Saya fokus mengotak-atik editor gambar online untuk menempatkan foto-foto dengan benar, bahkan akhirnya ada dua poster yang diubah karena ternyata ada template dari CodeRunner selain dari panitia ITBUM. Saat technical meeting online di zoom dimulai, rasa kantuk sudah benar-benar hilang karena saya sering tertawa. Karena isinya sebagian besar adalah bapak-bapak dan sebagian adalah dosen yang saya kenal, jadi ingat lagi saat dosen itu melawak di kelas, wkwkwk. Sempat ada sesi perkenalan juga dan saya sebenarnya sedikit gerogi karena malu, takut bapak itu ingat saya pernah telat lulus, wkwk. Padahal mah yasudah lah ya 😂.

Setelah technical meeting berakhir, saya mencoba untuk tidur. Otak merasa sudah mengantuk namun badan masih merasa segar bugar. Hari itu memang saya tidak berolahraga banyak, hanya mengikuti workout dari MGB, jadi tenaga mungkin kurang terkuras di hari itu. Saya terus mencoba tidur dan akhirnya saya bisa tidur jam 11 malam lewat.

Dan saya terbangun jam setengah tiga malam. Jam yang sangat tanggung. Saya tidak terlalu mengantuk, namun saya yakin kalau tidak tidur lagi pasti nanti mengantuk sekali saat lari. Di sisi lain saya tahu badan saya, kalau tidur lagi biasanya tidak sesegar saat bangun pertama kali. Akhirnya saya memutuskan untuk tetap bangun bahkan saya sudah memakai pakaian lari XD. Saya mencoba untuk setting mi band yang saya punya untuk dipair dengan aplikasi Zepp agar otomatis tersinkronisasi dengan Strava. Saya sebelumnya malas mengotak atik sehingga biasanya saya langsung rekam menggunakan hp karena aplikasi Mi Fit tidak bisa tersinkronisasi dengan Strava secara langsung. Sedikit sulit karena ternyata harus daftar dengan akun yang sama antara Mi Fit dan Zepp. Setelah selesai ternyata waktu sudah mendekati jam setengah 5. Saya baru ingat ada virtual meeting semacam pelepasan pelari di garis start gitu. Saya coba ikut ternyata sampai jam 5 kurang pun tidak ada apa-apa, wkwk. Akhirnya saya berangkat saja dan memulai lari tidak tepat-tepat banget jam 5 karena takutnya jam saya salah dan malah menyalahi aturan, wkkw.

Walaupun kurang tidur, ternyata saya lari lebih semangat dari biasanya. Biasanya saya jeda jalan setelah 2 km namun sekarang setelah 6 km saya masih tetap berlari, saat menyeberang jalan pun saya usahakan untuk berlari. Alhamdulillah jalanan jam segitu masih mudah untuk menyeberang. Waktu yang dipakai untuk berjalan pun lebih sedikit dari biasanya. Oh iya, saya menggunakan dua device untuk merekam aktivitas: HP dan band. Saya takut kalau cuma pakai band saja sering kali mati di tengah jalan, kalau HP saya sering sekali kurang tepat sehingga pacenya lebih cepat dari biasanya. Agar lebih mudah, saya mengecek band untuk melihat jarak. Setelah 10 km lebih sedikit saya hentikan rekaman. Di rekaman Strava HP ternyata sudah 10,9 km dengan pace 5.35, kalau di band saat saya lihat di aplikasi Zepp sih 10 km dengan pace 7.30. Saya rasa yang di band lebih tepat sehingga saya ingin menggunakan hasil dari band saja. Saat disinkronisasi dengan Strava ternyata menjadi 9,4 km saja dengan pace 2 menit 30 detik. Error pisan. Saya masih ingat saya coba mengotak-atik di depan halte Boseh samping GOR Saparua. Saya coba resynchronize dari Zepp ke Strava namun tidak bisa juga. Akhirnya saya pakai hasil strava di HP saja berhubung saya malas berlari 10 km lagi. Kalau hasil rekaman Strava dari HP tidak menggunakan Heart Rate sehingga menurut saya aman-aman saja, tidak akan dihitung di podium. Yang penting saya sudah berlari 10 km wkwk. Saya pun melanjutkan lari dan jalan menuju kampus untuk mencari photographer XD

Hasil rekaman Strava menggunakan HP, saya kaget melihat pacenya XD
Hasil rekaman lari di Zepp. Saya lupa meng-capture setelah synchronize di Strava. Heart Rate tinggi sekali ya.

Oh iya sebelumnya saya diajak teman-teman saya untuk berlari di Lapangan Brigif di Cimahi. Mereka berlari sekitar pukul 7 pagi. Saya akhirnya tidak ikut berlari di sana karena saya lebih senang berlari lebih pagi dan saya lebih senang berlari di jalan biasa agar saya tidak bosan, wkwkwk. Namun akhirnya saya ke sana juga setelah berfoto di kampus karena penasaran dengan lapangan Brigif dan sepertinya seru kalau bisa foto bersama-sama setelah lari. Saya ke sana menggunakan gojek dan ternyata cukup jauh juga ya haha, mungkin karena saya naik gojek yang kurang berhati-hati sehingga saya deg-degan sepanjang jalan, menanti kapan saya sampai, haha. Saya hampir jatuh dua kali dari motor karena hampir menabrak kendaraan lain di tengah perjalanan. Saya rasanya mau berhenti di tengah jalan, tapi saya lebih malas lagi memesan gojek kembali. Saya mencoba menikmati perjalanan. Oh iya saya senang karena bisa melewati rumah sakit kelahiran ibu saya setelah selama ini hanya diceritakan saja, wkwk.

Setelah sampai, ternyata teman-teman saya sudah selesai berlari. Lapangannya cukup luas dan cukup ramai orang yang berlari di sana. Saya yang tidak berlari memakai masker merasa tepat untuk tidak berlari di sana. Kami akhirnya berfoto bersama dan kemudian ke kampus lagi karena ingin berfoto juga di kampus dengan latar yang lebih appropriate. Saya lupa kalau saya belum makan dari pagi, haha. Saya memang biasanya lari pagi sebelum sarapan, sebenarnya katanya kurang bagus untuk kesehatan, namun saya malah biasanya malas olahraga kalau sudah makan, hehe.

Judulnya sebenarnya menunjukkan kekesalan saya dengan GPS saya yang sering error haha. Bahkan hari ini pun GPS saya error kembali. Saya sudah berjalan sekitar 2,5 km setelah bersepeda, namun ternyata tidak terekam, haha. Padahal lumayan waktunya agar bisa masuk ke klasemen Mamah Gajah Berlari haha, walau sebenarnya yang penting olahraganya bukan rekamannya hehe. Semangat berolahraga!!!

Categories: Uncategorized

2 replies »

  1. Oh ya yg di Strava itu nggak error sebetulnya. By default statistik yg ditampilkannya itu mmg cuma ngitung moving timenya aja kalo nggak salah. Bisa diedit kok pilih mode race. Nanti kelihatan pace rata2 yg aslinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s