Uncategorized

Pergi ke IKEA Kota Baru Parahyangan

IKEA Kota Baru Parahyangan

Walaupun saya belum punya rumah sendiri, pergi ke IKEA tetap menjadi hiburan tersendiri. Waktu masih tinggal di Jakarta, pergi ke IKEA cukup menyulitkan untuk saya karena dua cabang terdekat dari sana, IKEA Alam Sutera dan IKEA Sentul kurang accessible bagi pengguna kendaraan umum. Saya pernah ke sana satu atau dua kali saat ada teman berkendaraan yang mengajak. Jalan-jalan ke IKEA walaupun tidak membeli apapun tetap seru karena banyak yang bisa dilihat, dari barang-barang pengisi kosan atau galeri contoh berbagai macam ruangan. Bisa sebagai inspirasi layout kamar kosan atau rumah sendiri nanti atau sekadar melihat-lihat perabot-perabot cantik. Selain itu, di sana ada restaurant yang menyediakan makanan Swedia dan makanan lainnya dan juga bistro yang menjual es krim yang katanya wajib dibeli kalau ke sana.

Saat IKEA Kota Baru Parahyangan dibuka, saya sedikit pesimis bisa datang ke sana karena letaknya yang jauh dari pusat kota Bandung dan saya tidak punya kendaraan bermotor. Sempat terpikirkan untuk naik sepeda ke sana, tapi setelah dipikir-pikir lagi takut sudah capek di jalan, belum lagi nanti harus keliling-keliling di dalam IKEA wkwkw. Saya akhirnya bisa ke sana pertama kali saat diajak teman-teman untuk ngabuburit di sana sekalian teman saya ingin melancarkan skill membawa mobil. Saya datang pada awal Mei, saat itu untuk mengunjungi IKEA perlu booking di websitenya terlebih dahulu. Beda dengan sekarang yang bisa datang langsung ke sana walau masih dibatasi. Kita bisa mengunjungi IKEA selama 3 jam dalam satu sesi yang dimulai pukul 9 pagi. Saat itu saya dan teman-teman saya memilih sesi terakhir agar bisa buka puasa di sana. Oh iya, waktu itu saya dan teman-teman saya berangkat dari ITB sekitar pukul setengah 3 sore dan sampai di IKEA sekitar pukul setengah 5 karena tidak melewati tol, yaitu melewati Cimahi-Padalarang. Teman saya yang di mobil lain hanya menghabiskan waktu 30 menit dari daerah Setiabudi ke Kota Baru Parahyangan dengan melewati tol.

Selfie tanda sudah mampir wkwkwk, di belakang saya ada parkir sepeda.

Saat berjalan di daerah Pasteur, saya baru menyadari ada bis DAMRI menuju Kota Baru Parahyangan. Setelah saya selidiki lebih lanjut, ternyata terminal awalnya adalah terminal Alun-alun dan bisa naik di mana saja asal masih di jalur perjalanannya (tidak harus di halte). Kalau masalah jadwal bis, kata bapak Damri sih setiap 15 menit sekali dengan waktu operasional dari jam 5 pagi hingga jam 7 malam. Untuk melihat jadwalnya secara daring bisa dilihat di sini Tarif untuk naik bis ini adalah Rp10.000 jauh dekat, jadi mau sedekat apapun tetap 10ribu. Ada dua macam bis untuk trayek ini, ada yang untuk sepeda, jadi ada tempat sepedanya sehingga kursi penumpang lebih sedikit, ada juga yang khusus penumpang dengan kursi yang lebih banyak.

Saya akhirnya mencoba bis itu bersama teman saya yang ingin mencari kado. Perjalanan ke sana dari Alun-alun melalui tol memakan waktu kurang lebih 30 menit. Kita dapat turun tepat di samping IKEA, di Jalan Gelap Nyawang (bukan yang di depan Salman XD). Jika ragu, bisa nitip pesan ke bapak supir, biasanya sih banyak yang turun juga di situ. Dari tempat pemberhentian itu ke pintu masuk IKEA memakan waktu sekitar 3 menit. Oh iya di depan pintu gerbang akan diberikan kertas untuk menulis data seperti jumlah pengunjung dan untuk pencatatan suhu saat di dalam gedung nanti. Setelah mencuci tangan di dekat pintu masuk, kami diukur suhu menggunakan standing thermo gun dan bila suhu normal akan diberikan stiker bertuliskan Hej! dan nomor sesi kita untuk menandakan mana yang perlu diusir saat sesi berakhir nanti wkwkwkwk.

Saya dan teman saya makan terlebih dahulu di restaurant yang berada di atas pintu masuk. Oh iya, kita diizinkan untuk berkeliling selama 3 jam. Kurang lebih setiap 15 menit di jam terakhir kita akan diingatkan kalau sesi telah berakhir. Mungkin karena saya dan teman saya menghabiskan waktu cukup lama untuk melihat satu tempat, 3 jam sangat cepat berlalu. Kami akhirnya keluar tepat di menit menit terakhir. Setelah keluar dari kasir, bistro tempat penjualan es krim langsung terlihat. Oh iya di kasirnya kita hanya membeli koin saja, nanti kita akan menggunakan koin tersebut di mesin es krim tepat di samping pintu keluar. Tidak ada kursi di dekat bistro itu, jadi perlu berjalan cepat ke area parkir di bawah untuk mendapatkan tempat duduk di depan mushalla.

Pulangnya, kami menggunakan bis lagi. Tidak seperti berangkat, kami tidak menunggu bis di halte karena tidak ada halte. Kami duduk di samping IKEA, di Jalan Gelap Nyawang sambil duduk duduk karena lama sekali bisnya tidak datang-datang. Setelah satu jam berlalu, Alhamdulillah akhirnya kami menemukan bis dan dapat duduk dengan tenang.

Categories: Uncategorized

2 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s